Kamis, 23 Maret 2017

Herkules dari Pringsewu: Angkat Besi, Angkat Nasib, Angkat Prestasi


 Kawah candradimuka para lifter belia itu berada di Pringsewu, Lampung. Di sebuah padepokan angkat besi bernama Gajah Lampung, anak-anak berusia 10-12 tahun digodok untuk menjadi lifter profesional kelas dunia.

Inilah jalan panjang seleksi alam untuk mencari bibit atlet angkat besi. Jalan penuh tantangan untuk membentuk Herkules-Herkules tangguh dari Pringsewu. Aroma keringat yang mengalir sedikit terkurangi karena terbawa oleh hembusan angin. Ruangan itu memang tidak berdinding. Masing-masing asyik mengangkat barbel. Suara debum dan dencing keras berkali-kali terdengar. Di sela-sela suara bising itu, terdengar suara lantang membentak seorang atlet yang melakukan kesalahan teknik angkatan. “Jangan manja kamu,” kata pria di sudut ruangan itu.
Si empunya suara adalah pria berkacamata dan berambut putih. Dia adalah Imron Rosadi, 70 tahun. Dari caranya memberi instruksi dan mengkritik para atlet itu, bisa diketahui dia begitu menguasainya. Bahkan dia tahu kenapa si atlet gagal mengangkat barbel. “Dengkul kamu terlalu ke depan dan terlalu lebar jarak kedua kakimu. Ditambah kamu lamban,” kata Imron memberi sebuah kritik.Aroma keringat yang mengalir sedikit terkurangi karena terbawa oleh hembusan angin. Ruangan itu memang tidak berdinding. Masing-masing asyik mengangkat barbel. Suara debum dan dencing keras berkali-kali terdengar. Di sela-sela suara bising itu, terdengar suara lantang membentak seorang atlet yang melakukan kesalahan teknik angkatan. “Jangan manja kamu,” kata pria di sudut ruangan itu.
pria itu adalah imron rosadi, Imron mengelola padepokan yang diberi nama Gajah Lampung. Menurut catatanya sudah 44 atlet meraih medali dari tempat itu. “Baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata pria yang semasa menjadi atlet dikenal dengan julukan Gajah Lampung itu.Di bawah asuhan Mantan lifter kelas dunia Imron Rosadi, padepokan ini telah mempersembahkan berbagai medali, termasuk perunggu Olimpiade Sydney 2000 yang diraih oleh lifter putri Sri Indriyani dan Winarni.Hasil gambar untuk padepokan gajah lampung

salah satu contoh cantik itu adalah gadis cantik ini berumur 12 tahun ia adalah adelia , adelia sangat tekun dan disiplin dalam berlatih  dengan kerja kerasnya membawa Adelia menjadi juara pertama Kejuaraan Angkat Besi Antar-pelajar yang digelar di Padepokan Gajah Lampung, Pringsewu, Provinsi Lampung, akhir 2015 lalu. Bayangkan, dengan berat badan hanya 24 kg, ia bisa mengangkat beban 45 kg atau nyaris dua kali lipat dari berat tubuhnya.

Tak hanya Adelia, di padepokan itu selalu ramai dengan anak-anak yang antusias berlatih angkat besi. Kebanyakan mereka memang berasal dari keluarga tak mampu.

Di Lampung, angkat besi bagi sebagian orang merupakan jalan untuk mengangkat nasib, mengangkat martabat keluarga, sekaligus jika berprestasi bisa mengangkat harkat bangsa. 

Inilah pergulatan para Herkules cilik dari Pringsewu. Berbekal semangat dan ketekunan, beban berat hidup bisa mereka kalahkan.

5 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar