talentaku untuk tuhanBacaan Injil hari ini mengingatkan kepadaku satu hal penting, yaitu bahwa Allah mengaruniakan kepada tiap- tiap orang, talenta dengan jumlah yang berbeda-beda, sesuai dengan kesanggupan masing-masing (lih. Mat 25:15).
Sebab dulu aku pernah berpikir, bahwa mestinya kalau Tuhan adil, Ia akan memberikan kepada setiap orang, talenta dengan jumlah yang sama. Namun perikop Injil hari ini menyingkapkan keadilan Tuhan yang melampaui pemikiran manusia. Allah telah mengetahui kemampuan setiap kita, maka talenta yang diberikan-Nya kepada kita adalah sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Bagiku, kesadaran akan hal ini sangatlah melegakan. Sebab dengan demikian, aku belajar untuk menghargai apa yang Tuhan sudah percayakan kepadaku, tanpa perlu iri hati kepada apa yang dimiliki orang lain. Aku tak perlu iri hati kepada Mozart atau Pierluigi da Palestrina, misalnya, karena mereka diberi talenta musik yang luar biasa. Sebab dari mereka, Tuhanpun menuntut lebih banyak (lih. Luk 12:48). Syukurlah mereka dapat mengembalikan talenta mereka untuk kemuliaan nama Tuhan, dengan menyusun gubahan musik gerejawi yang sangat indah dan agung. Demikian pula, dalam hal rohani, aku dapat menerima dengan suka cita, keberadaan Bunda Maria dan para orang kudus, yang menerima lebih banyak karunia rohani daripada yang kuterima, karena tugas- tugas mereka yang lebih besar dalam rencana keselamatan Allah. Maka, aku dapat memandang mereka seperti seorang adik kelas memandang kakak kelasnya, berusaha -walaupun jatuh bangun- meniru teladan hidup mereka agar kelak, akupun dapat lulus dalam mengarungi ujian kehidupan dengan memelihara iman, harap dan kasih, sampai akhir.talenta hanya dimiliki oleh orang yang mau belajar dan berusaha mengembangkanya dengan sepenuh hati nya.HTTP://WWW.KATOLISITAS.ORG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar